Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

12 Soal (Uraian) Evaluasi Proyek dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Evaluasi Proyek

1. Bagaimana Sebuah proyek dikatakan layak dari aspek ekonomi?

Jawaban:
Proyek dinilai layak jika IRR lebih besar dari persentase biaya modal (bunga kredit) atau sesuai dengan persentase keuntungan yang ditetapkan oleh investor, dan sebaliknya, proyek dinilai tidak layak jika IRR lebih kecil dari biaya modal atau lebih rendah dari keinginan investor


2. Bagaimana cara mengukur keberhasilan suatu proyek?

Jawaban:
Kinerja keberhasilan dapat diukur dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yaitu biaya, mutu, waktu, kepuasan pemilik, kepuasan perencana, kepuasan kontraktor, hasilnya fungsional, dan Varian proyek (Chan et al, 2004). Setiap proyek tergantung pada biaya atau anggaran.


3. Kinerja proyek dapat diukur dari indikator apa saja?

Jawaban:
Kinerja proyek dapat diukur dari indikator-indikator kinerja proyek untuk memudahkan pengendalian proyek dimana seorang manajer proyek harus mempunyai acuan sebagai sasaran dan tujuan pengendalian yang terdiri dari lima indikator yaitu; Indikator Kinerja Biaya, Indikator Kinerja Waktu, Indikator Kinerja Biaya dan Waktu


4. Mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu?

Jawaban:
Apabila didapat kan hasil layak, maka bisnis dapat dijalankan. Jadi, studi kelayakan bisnis perlu dilakukan sebelum memulai suatu bisnis. Bisnis yang diawali dengan studi kelayakan bisnis yang tepat akan membuat bisnis berhasil karena dapat memperkecil resiko kegagalan dan kerugian.


5. Kapan studi kelayakan proyek dapat dilakukan?

Jawaban:
Studi kelayakan dilakukan sebelum proyek dijalankan. Studi kelayakan ini menganalisa seluruh bidang yang berkaitan dengan proyek, seperti AMDAL, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Dengan adanya studi kelayakan proyek ini, para stake holder dapat mengetahui apakah suatu proyek memberikan keuntungan atau tidak.


6. Mengapa Analisis Teknikal perlu dilakukan bahkan meskipun proyek tersebut tidak layak secara teknis dan apa saja hal hal yang perlu dianalisis?

Jawaban:
Analisis teknikal perlu dilakukan bahkan meskipun proyek tersebut tidak layak secara teknis karenaanalisis teknikal bertujuan untuk menggali informasi mengenai perkiraan biaya teknis proyek, biayapengeluaran produksi, biaya uji coba serta faktor lain yang berkaitan dengan kebutuhan proyek.


7. Apa yang terjadi jika dalam studi kelayakan bisnis tidak ada evaluasi aspek keuangan?

Jawaban:
Aspek keuangan bertujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas proyek/bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud. Apabila sebuah usulan rencana bisnis tak ada perhitungan aspek keuangan, akan sulit melakukan pengukuran pada keberhasilan usaha


8. Apa saja aspek-aspek dalam evaluasi proyek?

Jawaban:
Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam persiapan analisis proyek meliputi: aspek teknis, aspek institusional-organisasi- manajerial, aspek sosial, aspek komersial, aspek finansial, dan aspek ekonomi.


9. Apa indikator keberhasilan suatu proyek?

Jawaban:
Menurut Kaming, P.F., Wuryanti,W., dan Soeharto I., indikator keberhasilan proyek dapat diukur dari empat aspek berikut ini: waktu pelaksanaan pekerjaan, kualitas hasil pekerjaan, biaya pelaksanaan, dan keselamatan kerja.


10. Apakah B C analisis itu?

Jawaban:
Benefit cost ratio (B/C R) merupakan suatu analisa pemilihan proyek yang biasa dilakukan karena mudah, yaitu perbandingan antara benefit dengan cost. Kalau nilainya < 1 maka proyek itu tidak ekonomis, dan kalau > 1 berarti proiyek itu feasible.


11. Apa itu FS dalam proyek?

Jawaban:
Dokumen Studi Kelayakan Proyek /Feasibility Study (FS) bertujuan untuk meyakinkan bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi (biaya dan sumber pendanaan), maupun aspek lingkungannya.


12. Hal hal apa saja yang menghambat jalannya proyek?

Jawaban:
Dari hasil penelitian diketahui bahwa urutan faktor penghambat pelaksanaan proyek konstruksi adalah faktor diluar kemampuan kontraktor, faktor disain dan perencanaan, faktor peralatan, faktor tenaga kerja, faktor kondisi dan keadaan di lapangan, faktor material dan faktor pelaksanaan dan hubungan kerja.