Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

14 Soal (Uraian) Dinamika Kependudukan dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Dinamika Kependudukan


1. Mengapa laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi?

Jawaban:
Laju pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi, bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lambat, diakrenakan, banyaknya penduduk yang baru, namun lapangan pekerjaan tidak sebanyak penduduk tersebut, keterbatasan lapangan pekerjaan ini menyebabkan penduduk yang seharusnya bekerja, menjadi pengangguran


2. Apa upaya untuk meratakan penduduk di Indonesia adalah dengan melaksanakan?

Jawaban:
Salah satu upaya pemerataan penduduk yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan program transmigrasi. Program tersebut telah diterapkan sejak zaman kolonial Belanda.


3. Mengapa kependudukan harus ada data?

Jawaban:
Data kependudukan penting diketahui karena dalam membuat kebijakan maupun perencanaan pembangunan daerah atau negara, data kependudukan diperlukan sebagai gambaran kondisi suatu daerah. Data kependudukan di antaranya kelahiran, kematian, pepindahan atau migrasi, komposisi penduduk, kepadatan penduduk, dan sebagainya.


4. Apa saja karakteristik kependudukan?

Jawaban:
Kependudukan di Indonesia memiliki empat ciri-ciri umum yaitu Jumlah penduduk yang semakin bertambah, sebagian besar penduduk berusia muda, persebaran penduduk tidak merata pada setiap pulau, sebagain besar penduduk berkerja di sektor pertanian


5. Apakah demografi dan kependudukan itu berbeda?

Jawaban:
Philip Hauser dan Duddley Duncan (1959), mengatakan bahwa demografi merupakan analisa statistik terhadap jumlah, distribusi, komposisi serta komponen-komponen perubahannya, sedangkan studi kependudukan lebih mempersoalkan hubungan-hubungan antara variabel demografi dan variabel sistem lainnya.


6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dinamika kependudukan Demografi?

Jawaban:
Demografi atau ilmu kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan.


7. Bagaimana Cara Menghitung pertumbuhan penduduk alami?

Jawaban:
Pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Pn= Po+ (L - M) Keterangan: Pn= jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan L = jumlah kelahiran M = jumlah kematian


8. Apa masalah paling utama kependudukan di Indonesia?

Jawaban:
Masalah utama kependudukan adalah jumlah penduduk yang masih besar dan laju pertumbuhan penduduk yang cenderung masih tinggi


9. Mengapa pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menyebabkan kemiskinan?

Jawaban:
Pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap kemiskinan, karena manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil-hasil pertanian yang akan menyebabkan penduduk kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehingga akan berimbas pada meningkatnya kemiskinan.


10. Bagaimana cara mengelola populasi penduduk yang begitu besar sehingga tidak menimbulkan masalah kependudukan yang besar?

Jawaban:
Berikut ini cara mengatasi tingginya pertumbuhan penduduk, yaitu:
1. Program Keluarga Berencana (KB)
2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan
3. Melakukan Pemerataan Pembangunan
4. Meningkatkan Fasilitas Kesehatan


11. Apa yang dimaksud dengan dinamika kependudukan?

Jawaban: 
Dinamika kependudukan mengacu pada perubahan-perubahan dalam jumlah, distribusi, dan komposisi penduduk suatu wilayah.


12. Apa perbedaan antara laju kelahiran dan laju kematian?

Jawaban: 
Laju kelahiran mengacu pada jumlah kelahiran dalam suatu populasi dalam jangka waktu tertentu, sedangkan laju kematian mengacu pada jumlah kematian dalam populasi yang sama.


13. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi laju kelahiran.

Jawaban: 
Faktor-faktor tersebut antara lain tingkat pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan, kebijakan pemerintah, dan budaya.


14. Mengapa laju kematian dapat menurun dalam suatu populasi?

Jawaban: 
Laju kematian dapat menurun karena adanya peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, peningkatan standar sanitasi, dan peningkatan pendidikan tentang kesehatan.