Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

14 Soal (Uraian) Pedosfer dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Materi Pedosfer


1. Apa itu jenis tanah latosol?

Jawaban:
Tanah latosol merupakan salah satu tanah mineral yang mengalami pelapukan lanjut dengan karakteristik pH masam, kandungan bahan organik dan hara rendah (Saptiningsih dan Haryanti 2015). Memiliki warna kemerahan hingga kekuning-kuningan, tergolong muda dan persebarannya dapat dijumpai dimana saja.


2. Apa yang dimaksud dengan grumusol?

Jawaban:
Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman. Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam.


3. Apa yang dimaksud tanah podsol?

Jawaban:
Tanah podsolik adalah tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang sangat rendah, dan juga merupakan jenis tanah mineral tua. Jenis tanah ini umumnya berwarna kekuningan dan kemerahan. Warna tanah podsolik mengindikasikan kesuburan tanah yang relatif rendah.


4. Apa yg dimaksud dengan andosol?

Jawaban:
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman. Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman.


5. Dimana tanah Organosol?

Jawaban:
Jenis tanah ini tidak cocok ditanami berbagai tanaman. Persebaran tanah organosol ada di wilayah bercurah hujan tinggi dan rawa, misalnya Kalimantan Selatan, Riau, dan Sumatera Selatan.


6. Apa manfaat tanah Organosol?

Jawaban:
Jenis tanah ini sering dimanfaatkan untuk dijadikan lahan pertanian yang subur. Ada beberapa jenis tanaman yang biasanya dikembangkan di atas tanah humus ini seperti pohon kelapa, pohon karet dan berbagai tanaman palawija.


7. Bagaimana terbentuknya tanah Organosol?

Jawaban:
Tanah organosol adalah jenis-jenis tanah di Indoneisa yang juga sering dikenal dengan sebutan tanah gambut. Tanah ini terbentuk dari proses pelapukan bahan-bahan organik, seperti dari sisa pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan organik yang terjadi pada tanaman yang kurang sempurna karena selalu tergenang air


8. Apa ciri-ciri tanah aluvial?

Jawaban:
Ciri-ciri tanah aluvial
1. Tanahnya berwarna kelabu muda.
2. Sifat fisiknya cenderung keras dan pejal jika kering
3. Bersifat subur.
4. Punya tingkat kepekaan yang besar terhadap erosi.
5. Tanah aluvial memiliki ukuran pH yang sangat rendah, sekitar 5,3 hingga 5,8.
6. Kandungan unsur tanahnya sangat tergantung pada iklim.


9. Apa manfaat tanah aluvial?

Jawaban:
Tanah aluvial banyak dimanfaatkan sebagai daerah pertanian, perkebunan kelapan, palawija, jagung kedelai, ketela pohon, dan umbi-umbian.


10. Tanah aluvial mengandung apa?

Jawaban:
Tanah Aluvial merupakan tanah endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah. Banyak terdapat di dataran rendah, di sekitar muara sungai, rawa-rawa, lembah-lembah,maupun di kanan kiri aliran sungai besar. Tanah ini banyak mengandung pasir dan liat, tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara.


11. Apakah jagung cocok ditanam pada tanah aluvial?

Jawaban:
Maka tanah aluvial di Indonesia banyak dimanfaatkan oleh penduduk untuk jenis tanaman padi, tebu, jagung.


12. Tanah laterit termasuk tanah apa?

Jawaban:
Tanah laterit ini bisa dibilang adalah tanah latosol yang sudah terbilas hujan. Tanah ini memiliki warna merah karena kandungan besinya yang tinggi, itulah mengapa disebut juga sebagai tanah merah


13. Tanah laterit cocok untuk tanaman apa?

Jawaban:
Adapun beberapa tumbuhan yang biasa di tanam dalam tanah merah atau tanah laterit ini adalah tumbuh- tumbuhan palawija , jagung, kelapa sawit, cengkeh, coklat dan juga kopi. Tumbuh- tumbuhan tersebut bisa hidup di tanah Laterit atau tanah merah ini.


14. Mengapa tanah laterit tidak subur?

Jawaban:
Karena proses pembentukannya melibatkan curah hujan yang tinggi, banyak mineral yang dibutuhkan tanaman jadi hilang dari tanah jenis ini. Tanah laterit memiliki ciri tidak subur karena banyak mengandung sisa oksidasi besi dan aluminium.