Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

9 Soal (Uraian) Manajemen Resiko dan Asuransi dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Manajemen Resiko dan Asuransi 

1. Apa yang terjadi jika perusahaan tidak menerapkan manajemen risiko?

Jawaban:
Jika perusahaan terlambat atau belum menerapkan manajemen risiko, berikut adalah beberapa dampak negatif yang dapat terjadi: Sulit mengambil keputusan dalam melindungi perusahaan dari kerugian/ kebangkrutan. Kerangka kerja perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien


2. Risiko risiko apa saja yang biasa ditanggung asuransi?

Jawaban:
Mengenal Empat Risiko yang Ditanggung Asuransi Jiwa
1. Kerugian nyata.
2. Kerugian akibat kecelakaan
3. Kerugian yang bisa diprediksi
4. Kerugian yang signifikan.


3. Apa saja bentuk bentuk resiko asuransi?

Jawaban:
Apa Itu Risiko Dalam Asuransi?
1. Risiko Murni (Pure Risk)
2. Risiko Spekulatif (Speculative Risk)
3. Risiko Khusus (Particular Risk)
4. Risiko Fundamental (Fundamental Risk)
5. Risiko Individu (Individual Risk)
6. Risiko Harta (property risk)
7. Risiko Tanggung-Gugat (liability risk)


4. Mengapa konsep manajemen resiko tidak boleh digabungkan dengan konsep asuransi?

Jawaban:
Kadangkala ada yang mencampuradukkan istilah manajemen risiko dengan asuransi. Padahal konsep manajemen risiko tidak boleh dicampuradukkan dengan konsep asuransi, karena keduanya mempunyai ruang lingkup yang berbeda, meskipun mempunyai sasaran yang sama.


5. Apa perbedaan pengaruh yang ditimbulkan manajemen risiko dan asuransi bagi sebuah perusahaan?

Jawaban:
Mengenai dampak dari keputusan yang dihasilkan, maka manajemen risiko ini akan menghasilkan keputusan yang memiliki dampak sangat besar terhadap jalannya perusahaan, sementara asuransi memilki dampak keputusan yang lebih kecil, dan bahkan lebih terbatas.


6. Bagaimana penerapan manajemen risiko yang dapat dikatakan berhasil dalam suatu perusahaan?

Jawaban:
Penilaian Tingkat Kematangan Penerapan manajemen risiko dalam kreteria berhasil itu ditunjukkan dengan adanya identifikasi dan analisis risiko sesuai tingkat kepentingannya. Risiko dimitigasi, dilacak, dan dikendalikan secara efektif.


7. Bagaimana cara menerapkan manajemen risiko dalam kehidupan sehari hari?

Jawaban:
Berikut langkah-langkah penerapan prinsip manajemen risiko:
1. Mengidentifikasi resiko
2. Menganalisa resiko
3. Monitoring resiko
4. Mengevaluasi Resiko
5. Menangani Resiko
6. Memantau Resiko
7. Mengkomunikasikan Resiko.


8. Apakah dengan menerapkan manajemen risiko dapat meningkatkan sebuah perusahaan?

Jawaban:
Dengan manajemen risiko, perusahaan bisa berfukus meningkatkan produktivitasnya, baik itu produktivitas dari segi penciptaan produk maupun produktivitas kinerja karyawan. Produktivitas perusahaan pun akhirnya akan memberi impak positif, berupa keuntungan atau laba.


9. Kenapa manajemen melakukan untuk pengalihan risiko?

Jawaban:
tujuan manajemen risiko adalah agar perusahaan bisa berkembang dengan stabil sesuai target bisnisnya. Dengan adanya proses manajemen risiko, perusahaan bisa melakukan penanganan lebih cepat terhadap sumber-sumber yang mengancam pertumbuhan usaha.