Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

12 Soal (Uraian) Sistem Pengendalian Manajemen dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Sistem Pengendalian Manajemen

1. Apakah ukuran suatu perusahaan mempengaruhi sistem pengendalian manajemen?

Jawaban:
Variabel Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel SPM (Sistem Pengendalian Manajemen).


2. Apa tujuan perancangan sistem pengendalian manajemen?

Jawaban:
Perancangan suatu sistem pengendalian manajemen oleh pihak manajemen sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bertujuan untuk: diperolehnya keterandalan dan integritas informasi; kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan, dan ketentuan yang berlaku; melindungi aset organisasi


3. Siapa yang bertanggung jawab dalam sistem pengendalian manajemen?

Jawaban:
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan system pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler. 


4. Siapa yang bertanggung jawab dalam sistem pengendalian manajemen?

Jawaban:
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan system pengendalianmanajemen disebut sebagai seorang kontroler. 


5. Dampak apa yang timbul jika perusahaan tidak memberlakukan struktur sistem pengendalian manajemen?

Jawaban:
Dampak yang timbul dikarenakan perusahaan tidak memberlakukan struktur sistem pengendalian manajemen antara lain organisasi perusahaan akan kesulitan menghadapi berbagai perubahan tajam radikal, konstan, pesat, serentak sehingga roda organisasi tidak akan jalan dan tidak dapat membuat berbagai perencanaan


6. Mengapa sistem pengendalian dikatakan dapat bersifat formal?

Jawaban:
Sistem pengendalian yang bersifat formal merupakan sistem yang dibentuk oleh organisasi dan memiliki ketentuan dan aturan tertentu, seperti perencanaan strategis, penyusunan anggaran, dan pelaporan.


7. Bagaimanakah cara sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku dari manajer?

Jawaban:
Fungsi sistem pengendalian manajemen adalah mempengaruhi perilaku manajer dengan cara memotivasi, memberikan insentif yang tepat, memberikan penghargaan atas pencapaian target manajer. 


8. Apakah ada cara apabila pengendalian internal dalam perusahaan sangat buruk. Adakah cara untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Jawaban:
Apabila pengendalian internal dalam perusahaan sangat buruk, maka cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan informasi kepada pihak manajemen untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi mengadakan suatu rapat bersama dengan pihak manajemen dan direksi yang merupakan pihak inti dari internal 


9. Bagaimana upaya agar pengendalian hasil dapat digunakan secara efektif?

Jawaban:
Agar pengendalian hasil dapat digunakan, perusahaan harus tahu hasil apa yang diinginkan dalam wilayah yang mereka harapkan dapat dikendalikan, dan mereka juga harus mengomunikasikan efektivitas hasil yang dinginkan dari pekerjaan karyawan pada bagian tersebut.


10. Apa yang dapat menyebabkan gagalnya sebuah pengendalian internal yang sudah dirancang dengan baik?

Jawaban:
Pengendalian intern tidak berfungsi karena ada gangguan (breakdown). Hal ini dapat terjadi ketika seseorang salah memahami instruksi atau berbuat keliru akibat kecerobohan, kebingungan, atau kelelahan. Perubahan susunan personil, atau perubahan sistem dan prosedur juga dapat berkontribusi pada terjadinya gangguan.


11. Apakah sistem pengendalian manajemen diperlukan oleh sebuah organisasi dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diinginkan?

Jawaban:
Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya yang digunakan, baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat berjalan lancar.


12. Faktor internal apakah yang memiliki dampak terhadap pengendalian manajemen?

Jawaban:
Faktor internal yang barangkali memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen adalah gaya manajemen. Biasanya, sikap-sikap bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO.