Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Soal (Uraian) Wacana Bahasa Indonesia dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Wacana Bahasa Indonesia

1. Apa yang dimaksud dengan struktur wacana?

Jawaban:
Struktur wacana yang dimaksud ada tiga, yaitu awal/abstrak, tengah/orientasi, dan akhir/koda. Pada bagian awal/abstrak dalam struktur wacana merupakan bagian pembukaan yang berisi tentang sapaan dan pemaparan.


2. Tuliskan pengertian wacana!

Jawaban:
Wacana adalah salah satu bagian dari strata kebahasan yang menduduki posisi tertinggi. Berdasarkan pernyataan itu, dapat dikatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, yang dalam hirarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.


3. Jelaskan tentang kohesi dan koherensi!

Jawaban:
Kohesi adalah hubungan antarbagian dalam teks yang ditandai penggunaan unsur bahasa. Kohesi dalam wacana artinya terdapat keserasian hubungan unsur-unsur dalam wacana. Konsep kohesi pada dasarnya mengacu pada bentuk, artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang digunakan untuk menyusun suatu wacana memiliki ketertkaitan secara padu dan utuh.


4. Jelaskan syarat-syarat pembangunan wacana yang baik!

Jawaban:
Agar wacana menjadi baik, kita harus memperhatikan persyaratan dalam pembangunan wacana. Syarat tersebut adalah wacana tersebut harus kohesif dan koheren. Bila wacana tersebut kohesif dan koheren, akan terciptalah wacana yang memiliki kepaduan, kesatuan, kelengkapan.


5. Uraikan tentang kepaduan wacana!

Jawaban:
Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah kemampuan merangkai kalimat dan paragraf sehingga bertalian secara logis dan padu. Untuk mempertahankan kalimat dan paragraf agar tetap logis kita harus menggunakan kata hubung.


6. Terangkan tentang kesatuan wacana!

Jawaban:
Selain kepaduan, persyaratan penulisan wacana yang baik adalah prinsip kesatuan. Yang dimaksud dengan prinsip kesatuan wacana adalah tiap paragraf-paragraf sebagai penyusun wacana memiliki keterkaitan yang dibahas. Keterkaitan tersebut dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan pola pengembangan khusus ke umum. Dengan pengembangan cara ini kita mampu menjeaskan sesuatu dengan secara umum terlebih dahulu.


7. Jelaskan tentang kelengkapan wacana!

Jawaban:
Sebuah wacana dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat paragraf-paragraf yang menjadi inti dari suatu pembahasan yang diangkat dalam wacana tersebut secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran. Ciri-ciri paragraf penjelas yaitu berisi penjelasan-penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh dan lain-lain. Paragraf penjelas juga memerlukan kata penghubung, baik kata penghhubung antarkalimat maupun intrakalimat.


8. Berdasarkan jenis dan bentuknya, wacana dapat dibedakan menjadi 5, yaitu?

Jawaban:
1. wacana narasi
2. wacana deskripsi
3. wacana eksposisi
4. wacana argumentatif, dan
5. wacana persuasi.


9. Uraikan tentang wacana argumentasi!

Jawaban:
Wacana argumentasi adalah wacana yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Wacana ini termasuk wacana yang paling sulit bila dibandingkan dengan wacana-wacana lain yang telah diuraikan terdahulu. Kesulitan tersebut muncul karena perlu adanya alasan dan bukti yang dapat menyakinkan, sehingga pembaca terpengaruh dan membenarkan gagasan, pendapat, sikap, dan keyakinannya. Penulis argumen harus berpikir kritis dan logis serta mau menerima pendapat orang lain sebagai bahan pertimbangan. Agar dapat mengajukan argumentasi, penulis argumentasi harus memiliki pengetahuan dan pandangan yang luas tentang apa yang dibicarakan itu. Kelogisan berpikir, keterbukaan sikap, dan keluasaan pandangan memiliki peranan yang besar untuk mempengaruhi orang lain. Ini semua merupakan persyaratan yang diperlukan untuk menyusun wacana argumentasi.


10. Jelaskan tentang wacana persuasi!

Jawaban:
Pesuasi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh orang untuk menyakinkan orang lain agar orang tersebut mau melakukan apa yang yang dikehendaki penulis baik masa sekarang atau masa yang akan datang. Dengan demikian, wacana persuasi adalah wacana yang disusun penulis dengan tujuan akhir agar pembaca mau melakukan sesuai dengan apa yang dikehendaki penulis dalam wacana tersebut. Untuk itu, wacana semacam ini erat kaitannya upaya penulis untuk mempengaruhi cara-cara pengambilan keputusan pembaca. Keberhasilan penulis menyusun wacana persuasi akan mengakibatkan keputusan-keputusan pembaca merupakan keputusan yang disasarkan atas kesadarannya sendiri, dilakukan secara bijak, dan benar.