Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Soal (Pilihan Ganda) Patofisiologi Penyakit Tidak Menular dan Jawaban

Contoh Soal Pilgan Tentang Patofisiologi Penyakit Tidak Menular

1. Bagaimana patofisiologi penyakit katarak terjadi?
A. Penurunan fungsi kelenjar tiroid.
B. Peradangan pada saluran pernapasan.
C. Kerusakan dan kehilangan transparansi lensa mata yang menyebabkan kehilangan penglihatan. 
D. Gangguan pada sistem pencernaan.

Jawaban:
C. Kerusakan dan kehilangan transparansi lensa mata yang menyebabkan kehilangan penglihatan.


2. Bagaimana patofisiologi obesitas terjadi?
A. Kehilangan massa otot.
B. Kekurangan asupan kalori harian.
C. Kegemukan yang disebabkan oleh peningkatan lemak tubuh. 
D. Gangguan penyerapan nutrisi oleh usus.

Jawaban:
C. Kegemukan yang disebabkan oleh peningkatan lemak tubuh. 


3. Apa yang menjadi patofisiologi utama dalam penyakit celiac?
A. Peradangan pada saluran pernapasan.
B. Kehilangan sel-sel saraf dalam otak.
C. Gangguan sistem kekebalan tubuh terhadap gluten yang mengakibatkan kerusakan pada usus halus. 
D. Perubahan pada fungsi ginjal.

Jawaban:
C. Gangguan sistem kekebalan tubuh terhadap gluten yang mengakibatkan kerusakan pada usus halus. 


4. Bagaimana patofisiologi osteoporosis terjadi?
A. Penurunan fungsi kelenjar tiroid.
B. Kekurangan vitamin C dalam tubuh.
C. Penurunan kepadatan tulang akibat hilangnya kalsium dan mineral tulang lainnya. 
D. Gangguan pada fungsi hati.

Jawaban:
C. Penurunan kepadatan tulang akibat hilangnya kalsium dan mineral tulang lainnya. 


5. Faktor risiko utama untuk mengembangkan osteoporosis adalah:
A. Aktivitas fisik yang teratur.
B. Konsumsi tinggi kalsium dan vitamin D.
C. Kehilangan hormon estrogen pada wanita setelah menopause.
D. Kelebihan berat badan.

Jawaban:
C. Kehilangan hormon estrogen pada wanita setelah menopause.


6. Patofisiologi utama penyakit Alzheimer adalah:
A. Kerusakan pada sel-sel paru-paru.
B. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
C. Kerusakan pada sel-sel saraf di otak yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. 
D. Perubahan pada fungsi hati.

Jawaban:
C. Kerusakan pada sel-sel saraf di otak yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. 


7. Faktor risiko yang berkontribusi pada perkembangan penyakit Alzheimer meliputi:
A. Gaya hidup sehat dan aktif secara mental.
B. Paparan terhadap radiasi elektromagnetik.
C. Usia lanjut dan riwayat keluarga dengan Alzheimer.
D. Konsumsi makanan tinggi serat.

Jawaban:
C. Usia lanjut dan riwayat keluarga dengan Alzheimer.


8. Bagaimana patofisiologi asma terjadi?
A. Infeksi virus pada saluran pernapasan.
B. Peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang merespon rangsangan tertentu. 
C. Kehilangan massa otot pada dinding jantung.
D. Penurunan produksi hormon insulin oleh pankreas.

Jawaban:
B. Peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang merespon rangsangan tertentu. 


9. Faktor risiko yang berkontribusi pada perkembangan sleep apnea meliputi:
A. Paparan terhadap sinar matahari.
B. Kekurangan konsumsi vitamin C.
C. Obesitas, kelebihan berat badan, dan bentuk wajah yang predisposisi. 
D. Riwayat keluarga dengan osteoporosis.

Jawaban:
C. Obesitas, kelebihan berat badan, dan bentuk wajah yang predisposisi. 


10. Bagaimana patofisiologi penyakit rheumatoid arthritis terjadi?
A. Infeksi virus pada sendi.
B. Kerusakan pada sel-sel otot rangka.
C. Autoimunitas yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi dan kerusakan jaringan sendi. 
D. Penurunan produksi hormon tiroid.

Jawaban:
C. Autoimunitas yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi dan kerusakan jaringan sendi. 


11. Faktor risiko utama yang berkontribusi pada penyakit rheumatoid arthritis adalah:
A. Konsumsi makanan tinggi serat.
B. Aktivitas fisik yang teratur.
C. Riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.
D. Faktor genetik, merokok, dan paparan lingkungan tertentu. 

Jawaban:
D. Faktor genetik, merokok, dan paparan lingkungan tertentu. 


12. Patofisiologi utama penyakit endometriosis adalah:
A. Peradangan pada saluran pernapasan.
B. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim yang merespons siklus hormonal dan menyebabkan peradangan serta nyeri.
C. Gangguan pada sistem pencernaan.
D. Penurunan produksi hormon insulin oleh pankreas.

Jawaban:
B. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim yang merespons siklus hormonal dan menyebabkan peradangan serta nyeri.


13. Faktor risiko yang berkontribusi pada perkembangan endometriosis meliputi:
A. Gaya hidup sehat dan aktif secara mental.
B. Paparan terhadap radiasi elektromagnetik.
C. Riwayat keluarga dengan endometriosis.
D. Konsumsi makanan tinggi lemak.

Jawaban:
C. Riwayat keluarga dengan endometriosis.


14. Bagaimana patofisiologi penyakit gout terjadi?
A. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
B. Penurunan fungsi sistem pencernaan.
C. Akumulasi kristal asam urat di sendi yang menyebabkan peradangan dan nyeri. 
D. Kekurangan vitamin C dalam tubuh.

Jawaban:
C. Akumulasi kristal asam urat di sendi yang menyebabkan peradangan dan nyeri. 


15. Faktor risiko utama yang berkontribusi pada penyakit gout adalah:
A. Aktivitas fisik yang teratur.
B. Konsumsi makanan tinggi serat.
C. Kelebihan berat badan, konsumsi alkohol, dan pola makan tinggi purin.
D. Paparan terhadap polusi udara.

Jawaban:
C. Kelebihan berat badan, konsumsi alkohol, dan pola makan tinggi purin.


16. Faktor risiko yang berkontribusi pada perkembangan asma meliputi:
A. Paparan terhadap alergen seperti serbuk sari dan tungau debu.
B. Konsumsi makanan berlemak tinggi.
C. Aktivitas fisik yang teratur.
D. Riwayat keluarga dengan asma. 

Jawaban:
D. Riwayat keluarga dengan asma. 


17. Faktor risiko utama yang berkontribusi pada penyakit osteoarthritis adalah:
A. Aktivitas fisik yang teratur.
B. Paparan terhadap sinar matahari.
C. Usia lanjut dan kelebihan berat badan. 
D. Konsumsi tinggi serat.

Jawaban:
C. Usia lanjut dan kelebihan berat badan.