Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Soal (Uraian) Perkembangan Islam Pada Masa Abad Pertengahan dan Jawaban

Contoh Soal (Esai) Tentang Perkembangan Islam Pada Masa Abad Pertengahan 

1. Apa manfaat yang dapat diambil dari mempelajari sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan?

Jawaban:
Mempelajari sejarah Islam pada abad pertengahanpun banyak manfaatnya, antara lain : Meningkatkan rasa kebanggan kita bahwa agama Islam pernah berjaya dan pasti akan berjaya kembali. Menumbuhkan perasaan optimis dan berpikiran maju guna menjadikan Agama Islam mencapai kejayaanya kembali.


2. Pada masa pertengahan dunia Islam mengalami kemunduran Coba Anda jelaskan faktor faktor apa saja yang menyebabkan dunia Islam mengalami kemunduran?

Jawaban:
Menurut Arslan, beberapa sebab kemunduran Islam itu adalah kebodohan, ilmu yang tanggung, kemalasan, lemahnya semangat berkorban, dan hilangnya etos kerja, dinamisme, kepercayaan diri dan keberanian. Selain itu, dia juga menambahkan dua sebab lain, yakni ultra-modernisme dan konservativisme.


3. Dimanakah pusat kebudayaan Islam pada abad pertengahan?

Jawaban:
Umat Islam benar-benar menorehkan tinta emas dalam peradaban dunia. Hampir di setiap kota besar, misalnya Baghdad (Irak), Kairo (Mesir), Isfahan (Iran), Damaskus (Syiria), dan Cordova (Spanyol) dijumpai peninggalan peradaban Islam.


4. Apa faktor faktor runtuhnya Islam di Andalusia?

Jawaban:
Ada tiga catatan besar mengenai sebab keruntuhan peradaban Islam di Andalusia. Pertama, perpecahan umat Islam pada saat itu. Kedua, cinta dunia dan takut mati kaum muslimin khususnya anggota keluarga kerajaan Islam Andalusia. Ketiga, memudar atau hilangnya peran ulama pada saat itu, kata Himayah dalam bukunya itu.


5. Bagaimana kemunduran perkembangan Islam di Andalusia?

Jawaban:
Islam di Andalusia mulai mengalami kemunduran ketika Sultan Abdulrahman ke-3 meninggal dunia pada abad 11 Masehi. Ia digantikan oleh putranya yang masih kecil dan belum berpengalaman. Hal ini memicu perebutan kekuasaan oleh berbagai pihak baik Muslim maupun non-Muslim.